Bimtek Pendataan SDGs Desa Macanan

Bimtek Pendataan SDGs Desa Macanan

MACANAN.NGAWIKAB.ID, Rabu (21/04) di aula kantor Desa Macanan Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi diadakan bimbingan teknis Pendataan SDGs Desa tahun 2021.

Hadir dalam bimtek Kepala Desa Macanan Sujarwo, Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Pendamping ahli Kabupaten Ngawi Prawoto, Pendamping Desa Heriarto, Pendamping lokal desa Qomari memberikan bimbingan kepada 33 enumerator.

Bimtek berjalan dengan baik dan lancar seluruh materi dapat diserap dengan baik.

Baca juga: PERMENDES NOMOR 13 TAHUN 2020

Share and Enjoy !

Shares
DURASI WAKTU PUASA DI DUNIA

DURASI WAKTU PUASA DI DUNIA

MACANAN.NGAWIKAB.ID, Pada bulan ramadhan, setiap muslim wajib berpuasa menahan nafsu, haus dan lapar selama satu bulan dari fajar hingga matahari terbenam. Namun, tahukah kamu apabila waktu puasa di setiap negara dapat berbeda-beda durasinya? Ada yang hanya berdurasi 9 jam dan ada pula yang lamanya hingga 22 jam. Untuk mengetahui alasannya, baca ulasan berikut.
Di Indonesia, semua muslim wajib menahan haus dan lapar dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, yang umumnya berkisar 13 jam lamanya. Di negara lain, lamanya seseorang untuk melakukan puasa ada yang hanya berdurasi 9 jam, seperti di Chili. Namun, ada juga yang lamanya hingga harus menahan haus dan lapar selama 22 jam. Durasi puasa di Indonesia termasuk yang berada di pertengahan.
Banyak orang yang bingung mengapa setiap negara mempunyai durasi puasa yang berbeda-beda. Nah, untuk mengetahui penyebab beda durasi dalam berpuasa pada setiap negara, berikut adalah beberapa alasan yang dapat menyebabkan hal tersebut:
Patokan Waktu Puasa Adalah Fenomena Alam
Alasan pertama penyebab puasa di tiap negara dapat berbeda durasinya adalah karena patokan seseorang untuk melakukan puasa adalah terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Selama itu juga, semua Muslim wajib menahan haus dan lapar. Maka dari itu, lama puasa seseorang di tiap negara dapat berbeda satu sama lain.
Lalu, apa yang menyebabkan pergantian waktu di suatu daerah dapat berbeda? Pada dasarnya, hal ini disebabkan oleh gerakan bumi yang disebut rotasi dan revolusi. Gerakan-gerakan ini dipengaruhi oleh putaran bumi dan juga matahari. Dengan begitu, lamanya sinar matahari dapat timbul di suatu daerah dapat berbeda, layaknya juga waktu shalat.
Cara Rotasi dan Revolusi Memengaruhi Durasi Puasa
Rotasi bumi terjadi karena perputaran dari bumi terhadap porosnya. Bumi akan terus berotasi terhadap orbitnya, sehingga memengaruhi terjadinya siang dan malam. Saat sinar matahari menyinari suatu bagian bumi, maka hal tersebut disebut siang hari. Jika sedang tidak mendapatkannya, maka malam hari yang terjadi. Lalu, revolusi bumi adalah gerakan bumi saat memutari matahari yang dapat memengaruhi lamanya siang dan malam.
Meski begitu, semakin lama puasa yang dilakukan, maka semakin banyak pahala yang didapatkan karenanya. Selain itu, hal tersebut juga dapat meningkatkan iman jika dilakukan tanpa ada rasa paksaan. Puasa yang dilakukan secara rutin juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Maka dari itu, cobalah untuk memaksimalkan hal tersebut dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga rutin.

Share and Enjoy !

Shares