Pupuk kimia bersubsidi untuk tanaman bagi petani merupakan salah satu hal yang sangat di harapkan kehadiran nya karena pola fikir petani bahwa menanam tanpa pupuk kimia tidak akan mendapatkan hasil panen yang baik,semakin banyak pupuk kimia semakin meningkat kan hasil,salahkah mindset petani tersebut?,jawabannya tentu akan menjadi sebuah perdebatan karena mindset antar petani pasti berbeda-beda.
Diantara petani yang punya mindset lain dari kebanyakan petani salah satunya adalah ketua kelompok tani SETYO ASIH Dusun Ngijo Desa Macanan,”bahwa tujuan memupuk tanaman adalah memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman yang selanjutnya menjadi makanan bagi kita untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita, untuk itu tanaman harus sehat dan tidak mengandung residu kimia akibat penggunaan pupuk kimia yang tidak terukur”,Jelasnya.

Setelah 3 bulan terakhir ini dia belajar online di grup FB NEW PERTANUSA banyak di dapat ilmu pertanian dengan penggunaan pupuk kimia super irit dan medit hanya dengan 1 gr pupuk kimia dilarutkan sempurna dalam 1 liter air sebagai pekatan, selanjutnya di aplikasikan 1 ml/liter air untuk kocor ataupun semprot pada tanaman.

Benar-benar tak ada risau tentang ada atau tidaknya pupuk kimia bersubsidi yang tentunya penggunaan pupuk medit tersebut dengan penghitungan pola pemupukan sesuai fase serta kebutuhan tanaman.

Di sela-sela obrolan kami ada salah seorang anggot kelompok tani yang namanya tidak mau di sebutkan,beliau mengatakan “Pak ketua sangat ingin anggota kelompok tani SETYO ASIH mau merubah mindset tentang pupuk dan penggunaan pupuk kimia agar biaya operasional pertanian untuk pupuk makro dan mikro, pestisida, insektisida,fungisida,herbisida dapat diminimalisir sehingga penghasilan dan pendapatan petani meningkat”.

Mencukupi kebutuhan nutrisi pada tanaman adalah awal mencukupi nutrisi tubuh kita, makanan yang sehat menjadikan tubuh sehat,Pungkas pak ketua

Share and Enjoy !

Shares